Pengujian Berat 1000 Butir Benih
Perhitungan Berat 1000 Butir Benih
Oleh : Kavita Dela Agustin
NIM : A42221015
Golongan : B
Produksi : Teknologi Produksi Tanaman Pangan
A. Latar Belakang
Pengujian kemurnian benih merupakan pengujian untuk menghasilkan benih
berkualitas tinggi secara fisik, selain itu digunakan juga untuk mengetahui komposisi contoh
kerja pada pengujian-pengujian benih yang lainnya seperti uji daya kecambah, uji bobot 1000
butir, uji kesehatan benih, uji ketahanan benih dan sebagainya. Penentuan bobot 1000 biji suatu tanaman untuk mengetahui produktivitas suatu tanaman pada suatu luas tertentu yang diharapkan dapat menentukan hasil dari suatu varietas yang dapat beradaptasi dengan lingkungan. Untuk penentuan berat 1000 butir benih, prinsip pelaksanaannya adalah 1000 butir benih hasil uji kemurnian benih ditimbang dengan tingkat kepekaan penimbangan pada uji kemurnian benih, dapat juga dilakukan dengan penimbangan per 100 butir. (Kuswanto, 1997). Pengukuran berat 1000 butir benih juga untuk menentukan berat konstan dari suatu benih yang dapat digunakan sebagai data dasar dari suatu instansi untuk menentukan kebutuhan benih per hektar.
B. Metodologi
Alat :
1. Wadah benih
2. Timbangan analitik
3. Kalkulator
4. Bolpoin/pensil
2. Timbangan analitik
3. Kalkulator
4. Bolpoin/pensil
Bahan :
1. Sampel benih
a. Chaffy seed (Padi varietas inpari 32 HDB dan varietas sunggal)
b. Non-chaffy seed (Kedelai varietas devon dan gepok kuning)
2. Kertas HVS
Prosedur Kerja
1. Siapkan sampel benih sesuai varietas masing-masing agar terjaga kemurnianya
2. Hitung masing-masing sampel benih sebanyak 100 butir per varietas lakukan sebanyak 8 ulangan
3. Timbang setiap ulangan varietas menggunakan timbangan analitik yang telah disiapkan
4. Catat hasil tiap penimbangan sebagai hasil data
5. Masukan data dari bobot hasil penimbangan setiap varietas pada tabel bantuan
6. Hitung varians (ragam) data dari penimbangan sampel benih dengan rumus berikut
a. Menghitung Variansi
V = n (∑ X² ) - (∑X)²
⸻⸺⸻⸻
n (n – 1)
Keterangan :
V = Varians (ragam)
X = Berat masing-masing ulangan (dalam gram)
n = Jumlah ulangan
b. Menghitung Standar deviasi
S = √V
Keterangan :
S = Standar deviasi
V = Varians
c. Koefisien variasi = S x 100 %
⸺
x̄
Keterangan :
x̄ = Berat rata-rata 100 butir
S = Standar deviasi
7. Sampel benih bisa dikatakan valid atau sesuai jika koefisien variasi tidak melebihi angka tolenransi (Chaffy seed: < 6,0% ; Non Chaffy seed: < 4,0%).
8. Tulis hasil perhitungan dari bobot 1000 butir benih pada kartu induk pengujian penetapan berat 1000 butir benih
C. Hasil Pengujian dan Perhitungan
|
Komoditi (Varietas) |
Banyak Ulangan |
Berat Rata-rata (gram) |
Koefisien Variasi |
Bobot 1000 butir (gram) |
Keterangan |
|
Padi (Inpari 32 HDB) |
8 |
2,49 |
2,4% |
19,93 |
Valid |
|
Padi (Sunggal) |
8 |
2,64 |
2,6% |
21,17 |
Valid |
|
Kedelai (Devon) |
8 |
17,12 |
2,1% |
137,03 |
Valid |
|
Kedelai (Gepok Kuning) |
8 |
7,70 |
1,8% |
61,62 |
Valid |
Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman di
lapangan. Oleh karena itu, komponen-komponen mutu benih yang menunjukan
korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam
pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA (International
Seed Testing Association), dan
beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus
(ukuran, struktur, pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam
petunjuk ini. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan
prosedur pengujian benih.
Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik
fisiologi benih.Dari data pengujian yang telah dilakukan dengan hasil
data yang ada pada tabel diatas, semua hasil pengujian sampel benih yaitu valid
atau benar dengan ketetapan yang telah ditetapkan yaitu suatu hasil pengujian
dikatakan valid atau benar jika nilai koefisien variasi tidak melebihi nilai
toleransi yang telah ditetapkan, nilai toleransi untuk kategori chaffy
seed adalah < 6,0% dan untuk kategori non-chaffy
seed adalah < 4,0%. Hal tersebut telah menunjukan bahwa setiap
sampel benih varietas yang telah di uji menunjukan kevalidan dengan data yang
di dapat tidak melebihi nilai toleransi yaitu inpari 2,49 ; sunggal 2,64 ;
devon 2,1 ; gepok kuning 1,8.
Daftar Pustaka
Anter, A. S. (2020). The possibility of
combining earliness with high seed
yield in F1 generation of sesame
(Sesamum indicum L.). Plant
Archives, 20(2), 2929–2933
Imran, S., Syamsuddin, dan Efendi. 2002. Analisis vigor benih padi (Oryza sativa L.) pada lahan alang-alang. Agrista 6(1):81-86. [diakses pada tanggal 23 oktober 2017]
Nasir. 2005. Peranan benih dalam usaha pengembangan palawija. Jurnal Agronomi XII (1): 12-15. [diakses pada tanggal 23 oktober 2017]
Alam, M. S., & Islam, M. F. (2016). Effect
of zinc and boron on seed yield and
yield contributing traits of mungbean
in acidic soil. Journal of Bioscience
and Agriculture Research, 11(2),
941–936.
https://doi.org/10.18801/jbar.110216
.115
Lampiran

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar